affiliate_link

Standar Operasional Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja

Keselamatan

Standar Operasional Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja.

Standar Operasional Prosedur (SOP) sangat penting bagi kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja dalam menjalani pekerjaan. SOP sangat besar manfaatnya dalam melaksanakan pekerjaan, dalam menangani bahaya atau resiko, dalam menggunakan peralatan dan melakukan sesuatu pekerjaan dengan keadaan yang sehat dan selamat.

Kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja di sekolah mestinya telah menjadi isu penting, karena Indonesia telah memiliki undang-undang akan hal ini, namun pelaksanaannya sering diabaikan oleh perusahaan/sekolah maupun pakerja/siswa. Dengan menerapkan standar kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja, diharapkan para pekerja/siswa akan terlindung dari kemungkinan resiko kerja yang selalu mengancamnya, baik yang disebabkan oleh lingkungan kerja maupun kesalahan pekerja/siswa itu sendiri (human error).

Pihak perusahaan/sekolah harus menjamin bahwa lingkungan kerja dan peralatan yang digunakan aman. Oleh karena itu menjadi kewajiban bagi setiap perusahaan/sekolah untuk mengadakan pelatihan kepada para calon karyawannya sebelum beroperasi. Untuk itu dibutuhkan suatu standar yang berlaku untuk perusahaan/sekolah tersebut.

Kurangnya pengalaman kerja dapat menyebabkan kecelakaan dalam bekerja. Supaya kecelakaan kerja lebih kecil diperlukan perhatian dan kewaspadaan secara terus menerus. Satu upaya penyelamatan juga tergantung pada unjuk kerja setiap karyawan/siswa. Kecelakaan itu sangat mudah terjadi. Para praktisi berpendapat bahwa hanya memerlukan satu orang untuk menimbulkan suatu kecelakaan, sedangkan untuk mencegah kecelakaan diperlukan kerja sama tim yang baik dari setiap anggota tim itu sendiri.

Hukum Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja yang Berlaku Secara International

Perlindungan tenaga kerja dibidang keselamatan kerja di indonesia telah mengarungi sejarah yang panjang, dimulai lebih dari satu abad yang lalu. Usaha penanganan keselamatan kerja di Negeri ini dimulai sejalan dengan pemakaian mesin uap untuk keperluan pemerintah Hindia Belanda, yang semula pengawasannya ditujukan untuk mencegah kebakaran.

Perusahaan/sekolah kejuruan secara hukum berkewajiban untuk menghilangkan atau mengurangi resiko/kecelakaan kerja sekecil mungkin. Ketika pekerja/sekolah dalam keadaan penuh tekanan, atau bekerja dalam suasana yang sangat sibuk tidaklah mudah untuk menerapkan keamanan kerja. Namun demikian, dalam keadaan apapun pekerja/siswa harus tetap memperhatikan dan menerapkan keamanan dan keselamatan kerja. Jadikan keamanan kerja sebagai prioritas utama. Untuk melaksanakan tujuan tersebut perusahaan/sekolah kejuruan harus menyediakan atau membuat panduan keselamatan kerja. Tugas pekerja/siswa adalah menggunakan peralatan dan mengaplikasikan keselamatan dan keamanan kerja yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan/sekolah.

Perusahaan/sekolah menyediakan alat-alat perlindungan keselamatan kerja, seperti: sandal jepit karet, masker, sarung tangan, helm, kaca mata, bidal, celemek, alat kerja yang bukan penghantar listrik, tangga dsbnya. Alat-alat pemadam kebakaran harus ditempatkan di tempat yang mudah terlihat dan terjangkau serta diberi cat berwarna merah. Benda-benda yang mudah terbakar harus diperhatikan keamanannya, serta dilakukan tindakan pencegahan terhadap bahaya kebakaran.

Semua pekerja/siswa wajib mengetahui tempat alat-alat pemadam kebakaran dan mengetahui cara penggunaannya. Untuk mencegah kecelakaan kerja, semua pekerja/siswa harus mentaati seluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja serta ketentuan kerja yang dikeluarkan perusahaan dengan berpedoman pada undang-undang yang berlaku. Perlu selalu diingat bahwa akibat yang ditimbulkan dari kelalaian dapat menyebabkan pekerja/siswa diberhentikan dari pekerjaan/ sekolah. Terlebih lagi jika pekerja/siswa diketahui menyalahi prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu sebaiknya pekerja/siswa selalu berhatihati dalam mengerjakan tugas masing-masing.

Bila terjadi kebakaran, pluit/tanda bahaya atau tanda khusus lainnya harus segera dibunyikan, dan para pekerja/siswa yang ada ditempat kejadian tersebut, terutama kaum pria dan petugas pemadam/penanggulangan kebakaran harus berusaha memadamkan api, dan para pekerja/siswa lain supaya turut membantu bila mana diperlukan, serta secara periodik akan dilaksanakan latihan pemadam kebakaran dan pembinaan-pembinaan terhadap regu pemadam kebakaran yang telah dibentuk.

Setiap pekerja/siswa harus mematuhi dan melaksanakan instruksi-instruksi tentang pemakaian alat-alat perlindungan kesehatan dan keamanan kerja yang disediakan perusahaan/sekolah. Tempat kerja dipelihara kebersihan serta kerapihannya, dan untuk kesehatan bersama dilarang meludah dilantai, dilarang membuang sampah di sembarang tempat. Setiap pekerja/siswa yang mengetahui pekerja lain menderita penyakit menular, seperti : lepra, syphilis, kolera, TBC, demam berdarah, muntah ber dan sebagainya, harus melapor kepada pimpinan perusahaan atau kepala sekolah dan guru tentang penyakit tersebut untuk diambil langkah-langkah pencegahan dan pengobatan.

Hubungan keselamatan kerja dengan perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang sangat luas, antara lain perlindungan keselamatan kerja dan kesehatan. Maksud perlindungan ini ialah agar tenaga kerja/siswa secara umum melaksanakan pekerjaannya sehari-hari untuk meningkatkan produksi/menerapkan tuntutan kurikulum. Karena itu, keselamatan kerja merupakan segi penting dari perlindungan tenaga kerja/siswa disekolah kejuruan.

Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan di Tempat Kerja (Custum Made)

Perusahaan adalah tempat berhadapannya dua golongan yang kadangkadang berbeda atau bertentangan kepentingannya, yaitu pengusaha dan pekerja. Terutama hal ini berlaku untuk perusahaan-perusahaan swasta yang mana pekerjapekerja memperjuangkan kesejahteraan dan kesehatan, sedangkan pengusaha memperjuangkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Antara kesejahteraan pekerja dan keuntungan pengusaha terdapat pertentangan kepentingan. Walaupun demikian dapat diatasi dengan menjunjung tinggi keselamatan bersama, antara pengusaha dengan pekerja saling merasa membutuhkan. Untuk itu ditempat kerja diharapkan memiliki prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.

Di tempat kerja/workshop jangan membahayakan kesehatan orang lain dan diri sendiri. Hindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lain yang tertinggal ditempat kerja, cairan tubuh tersebut mungkin membawa virus, bakteri dan jenis mikroorganisme lain yang berpotensi menularkan AIDS, hepatitis dan gangguan kesehatan lain. Laporkan segera jika anda terjangkit atau terinfeksi suatu penyakit. Pengawas di tempat kerja akan mempertimbangkan apakah pekerja/ siswa tetap melanjutkan pekerjaannya atau tidak.

Laboratorium yag diguakan siswa sebagai wadah pengembangan keterampilan mengamati, megukur dan meneliti berbagai fenomena yang terkait dengan materi ajar, perlu dilengkapi dengan peraturan keselamatan kerja. Karena pemahaman dan pengalaman tentang keselamatan kerja, adalah modal dasar dalam mencegah dan melindungi siswa, peralatan dan bahan dari resiko kecelakaan/kerusakan dalam bekerja.

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, maka setiap pekerja/siswa mesti menjaga kebersihan dan kesegaran pribadi masing-masing. Pekerja/siswa akan mengeluarkan banyak keringat ketika dalam kondisi ruangan hangat. Keringat tidak menimbulkan bau karena akan menguap dengan cepat, tetapi bakteri yang tertinggal di peluh dapat menimbulkan bau, terutama pada bagian ketiak, karena keringat tidak dapat menguap dengan bebas. Mandi setiap hari dan menggunakan pewangi dan anti-perspiran dapat melindungi diri dari bau badan.

Di samping higiene personal diatas, penampilan pekerja/siswa seperti rambut panjang dan terurai tidak tepat bagi yang bekerja di industri garment dan perhotelan. Karena dapat mengganggu proses kerja, rambut panjang juga sangat potensial untuk tertinggal pada permukaan benda yang dikerjakan. Pekerja wanita yang berambut panjang harus diikat dan ditata dengan baik sehingga tidak mengganggu dalam bekerja.

Pakaian kerja harus nyaman dan memberikan kesan yang baik kepada semua orang yang melihatnya. Hindari asesoris dan milineris yang dapat mengganggu pekerjaan.

Menangani Situasi Darurat

Kecelakaan ditempat kerja/disekolah sebagian besar disebabkan oleh kurangnya perhatian, kelalaian dan kebiasaan buruk. Kecelakaan terjadinya tibatiba, tanpa direncanakan sehingga dapat menimbulkan korban, baik berupa benda maupun nyawa. Ada kalanya akibat yang ditimbulkan mungkin tidak begitu serius. Tetapi rangkaian kejadian atau gabungan peristiwa akibat dari beberapa kesalahan dapat berakibat fatal. Dengan demikian kebiasaan untuk bekerja aman dan hatihati hendaklah dibiasakan. Perlu selalu diingat bahwa akibat yang ditimbulkan dari kelalaian dapat menyebabkan diri sendiri atau diri orang lain dalam bahaya. Beberapa bahaya tidak dapat dihindari. Beberapa bahaya di tempat kerja/disekolah terjadi pada situasi normal dan pada situasi sibuk.

Orang lain jatuh atau terpeleset karena peralatan atau benda yang tidak diletakkan pada tempatnya, pekerja/siswa terluka ketika merapikan barang-barang yang pecah, kulit anda terbakar ketika menggunakan bahan pembersih, atau terjadi kecelakaan diworkshop, seperti tangan tertusuk jarum ketika menjahit, kena sengatan listrik ketika mengoperasikan mesin atau menyeterika, tangan terkena gunting dan lain sebagainya. Kecelakaan yang terjadi jelas memerlukan bantuan.

Bantuan yang diberikan pada korban secara sementara, sebelum ia sempat memperoleh perawatan/bantuan medis dari seorang ahli yang berwewenang, digolongkan sebagai pertolongan pertama atau sering juga disebut menangani situasi darurat. Pertolongan demikian tidak boleh menggantikan penanganan korban oleh dokter, kecuali pada kecelakaan-kecelakaan ringan yang tidak membawa akibat serius. Selain untuk menenangkan sang korban, mengurangi rasa takut dan kegelisahan, pertolongan pertama bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya yang lebih fatal. Ketepatan tindakan pertolongan pertama amat mempengaruhi penyembuhan, cepatnya penyembuhan, bahkan kadang-kadang dapat menyelamatkan jiwa sang korban.

Penanggulangan bahaya kebakaran secara darurat, apabila timbul kebakaran, maka bertindaklah secara cepat dan tepat, jangan panik atau gegabah. Langkahlangkah tindakan yang dapat dilakukan adalah:

1) bunyikan tanda bahaya/alarm sebagai tanda telah terjadi sesuatu, semakin cepat para penghuni lokasi kebakaran diingatkan, semakin banyak waktu mereka untuk menyelamatkan diri.
2) Hubungi regu pemadam kebakaran (fire fighters), karena memiliki pengalaman dan keterampilan untuk menyelamatkan siapa saja yang terjebak dalam asap, panas dan api.
3) Padamkan api dengan perlengkapan yang tersedia, setiap ruangan sebaiknya tersedia pengingat yang memberitahukan apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran.
4) Apa bila tidak berhasil memadamkan, maka segera tinggalkan lokasi tersebut.
5) Beritahu orang lain agar segera menghindar dan jangan memasuki ruangan yang telah terbakar.
6) Apabila asap telah mulai memasuki ruangan, maka Anda harus keluar ruangan dengan cara merayap.
7) Jika ada kecelakaan, korban perlu mendapat pertolongan pertama.

Tindakan-tindakan pertolongan pertama yang penting ialah yang menyelamatkan jiwa antara lain: penyadaran, menghentikan perdarahan, serta pertolongan terhadap luka-luka kecil.

Peraturan pertolongan pertama pada kecelakaan, terpenting adalah:

1) Pahami benar apa yang tidak boleh Anda lakukan, karena tidak diobati adalah lebih baik daripada pengobatan yang salah.
2) Pahami benar-benar apa yang harus Anda kerjakan, untuk itu bertindaklah cepat bila jiwa korban terancam.
3) Minta segera pertolongan ahli dan dokter pada semua kecelakaan berat.

Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja

1. Tangan Tertusuk Jarum

Ketika menjahit jika tidak berhati-hati siswa/pekerja diancam oleh tusukan jarum, baik jarum tangan ataupun jarum mesin. Tusukan jarum mesin lebih berbahaya, apalagi mesin yang dioperasikan dengan dinamo listrik. Sangatlah penting jika hal ini terjadi, sikorban mesti diselamatkan dengan cara:

a. Matikan sumber aliran listrik kemesin jahit.
b. Laporkan kepada guru pembimbing praktek di workshop.
c. Buka jarum mesin dari mesin jahit.
d. Cabut jarum mesin dari jari/tangan yang tertusuk.
e. Lakukan penekanan pada bekas tusukan jarum, biarkan darah keluar beberapa menit untuk membersihkan bekas tusukan dari penyebab infeksi.
f. Bersihkan darah/bekas tusukan jarum dengan bahan yang bersih.
g. Bila masih berdarah balut bekas tusukan dengan menggunakan kain kasa.
h. Bila korban mengeluh kesakitan dan darah masih banyak keluar, mintalah pertolongan dokter.

2. Luka Terkena Gunting

Kegiatan jahit menjahit tidak terlepas dari pemakaian guntuing. Jika siswa/ pekerja kurang berhati-hati dalam pemakaiannya maka kemungkinan gunting tersebut akan membuat siswa/pekerja jadi terluka dibuatnya. Jika luka karena gunting/benda tajam lainnya lakukan pertolongan sebagai berikut:

a. Pastikan lukanya kecil atau besar.
b. Biarkan luka kecil atau besar berdarah bebas beberapa menit untuk membersihkannya dari penyebab infeksi.
c. Bersihkan luka dengan bahan yang bersih.
d. Jika lukanya kecil tempelkan kasa steril anti septik dan balut dengan kain kasa.
e. Jika lukanya besar atau dalam, mintalah pertolongan dokter

3. Kecelakaan Listrik

Kecelakaan listrik dapat mengakibatkan terbakar, jatuh dan kejutan listrik. Salah satu dari padanya dapat menimbulkan bermacam -macam gejala pada korban yang tertimpa salah satu atau campuran dari akibat tersebut. Sangatlah penting untuk dapat mengenal macam-macam gejala itu.

Hal-hal yang terpenting yang harus diperhatikan pada kecelakaan sengatan listrik ialah apakah korban masih bernafas dan jantungnya masih berdenyut atau keduanya berhenti (tidak bernafas dan jantung tidak berdenyut) ataupun bekerja secara lemah. Kedua hal terpenting inilah yang harus segera dipulihkan kembali.

Bila menghadapi tugas harus menolong korban kecelakaan listrik, bertindaklah cepat dan menurut urutan berikut:

a. Matikan sumber aliran listrik ke alat yang rusak, atau bila tidak mungkin, hindarkan korban dari aliran listrik.
b. Lakukan pertolongan (pertama) kecelakaan berdasarkan gejala si korban.
c. Segera setelah anda melihat seseorang dapat kejutan listrik, cepat perhatikan kedaan umum. Tetapkan cara terbaik untuk membebaskan dari hubungan listrik, tanpa menyebabkan tambahan cidera akibat jatuh.
d. Bila mungkin matikan aliran listrik yang bersangkutan. Pada arus listrik bertegang rendah, periksa apakah korban bermuatan listrik dengan cara menyentuhnya cepat-cepat dengan punggung telapak tangan.
e. Bila anda merasakan kejutan kecil, ini menunjukkan masih ada arus listrik, dorong atau tarik dan berusahalah untuk melepaskan si korban.
f. Pindahkan korban hanya bila dia dalam bahaya dari kebakaran, listrik, benda jatuh atau sumber bahaya lain. Bila korban harus dipindahkan, mintalah bantun tiga atau empat orang.
g. Cegahlah membungkukkan atau membongkokkan leher atau punggungnya, jaga dia agar tetap lurus.
h. Topanglah anggota badan yang terluka.
i. Kemungkinan besar penyadaran akan berhasil bila dimulai dari semenit sesudah korban berhenti bernafas. Jadi jangan tangguhkan menerapkan penyadaran.
j. Bila korban bernafas dan jantungnya berdenyut, dia tidak memerlukan penyadaran. Bila dia pingsan, berdarah, muntahan, gigi lepas atau gigi palsu patah ada kemungkinan tertelan dan menyumbat jalan pernafasan, atau kalau korban telentang, lidah kebelakang dan menghalangi jalan nafas. Pembekokkan leher akut kedepan pada korban yang pingsan mungkin pula menghalangi jalan pernafasan.

4. Cidera Mata

a. Dilarang menggosok mata yang di dalamnya terdapat benda asing.
b. Suruhlah korban menahan matanya tenang-tenang agar matanya jangan sampai bergerak.
c. Jangan sentuh permukaan mata dengan apapun.
d. Aturlah pertolongan pengobatan.
e. Balutlah kedua mata longar-longgar.
f. Bimbinglah korban ke tempat pos pengobatan.

5. Lecet/Luka Kecil dan Memar

a. Laporkan selalu dan obatilah semua luka tanpa kecuali, betapapun kecil tampaknya, karena setiap luka dapat terkena infeksi dan meradang jika tidak segera diobati.
b. Biarkan luka sedang atau kecil berdarah bebas beberapa menit untuk membersihkannya dari penyebab infeksi.
c. Dilarang menutup luka dengan kain tua, saputangan atau jari kotor.
d. Bersihkan luka dengan bahan bersih.
e. Tempelkan kasa steril anti-septik dan balutlah, plester/balutlah luka kecil.
f. Mintalah pertolongan dokter untuk semua luka yang dalam.

6. Luka Bakar dan Air Panas

a. Mintalah segera untuk pertolongan medis/dokter, tergantung pada beratnya luka.
b. Luka bakar terbaik diobati dengan menyiramnya di bawah aliran air dingin yang bersih.
c. Jangan merobek atau menarik pakaian yang melekat pada luka bakar.
d. Jangan mencoba membuang teh panas, atau zat yang serupa dari kulit.
g. Jaga korban jangan sampai shock.
h. Bila mungkin lakukan balutan kering steril, atau tutupi luka bakar dengan kain atau handuk bersih atau kertas biasa. Jangan menyentuh bagian terbakar yang kulitnya melepuh atau yang jelas terlihat dagingnya hangus

7. Kejutan (shock)

Hampir setiap kecelakaan atau luka diikuti oleh kejutan. Korban mungkin pucat dan kulitnya mengerut, denyut lemah dan cepat, dan mungkin dia pingsan.

a. Istirahatkan penderita.
b. Jaga penderita tenang dan hangat.
c. Longgarkan pakaian yang ketat.
d. Jaga penderita agar tetap tenang dan yakinkan pertolongan akan cepat datang.

8. Keracunan

Pada semua kejadian keracunan mintalah segera pertolongan dokter. Bila seseorang terisap asap beracun:

a. Pindahkan korban ke udara segar.
b. Jaga korban jangan sampai shock
c. Bantulah pernafasan bila pernafasan terhenti (jangan dengan cara pernafasan buatan dari mulut ke mulut)

9. Perdarahan dan Cara menghentikannya

Menghentikan perdarahan secara umum ialah dengan jalan memberikan tekanan pada luka. Pada perdarahan hebat atau perdarahan yang sukar dihentikan usahakan dengan segera untuk memanggil dokter.

a. Hidung berdarah:

1) Suruh korban duduk tenang dengan kepala menunduk.
2) Jangan biarkan dia bersin.
3) Jepit atau suruh jepit sendiri kuat-kuat hidung pada sambungan tulang rawan.
4) Bila perdarahan tidak berhenti dalam 5 sampai 10 menit, mintalah pertolongan dokter.

Gambar 20 Hidung Berdarah

b. Pergelangan tangan luka sehingga terjadi perdarahan hebat.

1) Tekan luka dengan tangan anda, atau pencet kedua tepi luka anda secara serentak. Bila sempat, mula-mula tutup luka dengan sapu tangan bersih atau kain pembalit sebelum memberi tekanan.

Gambar 21 Perdarahan hebat: naikkan tangan yang luka, tekan kedua tepi luka secara serentak

Gambar 22 Membalut luka dengan kasa tebal

2) Tahan tekanan pada luka dengan perantaraan kasa tebal dan balut erat-erat pada tempatnya. Kasa harus cukup besar untuk menutupi seluruh luka dan seluruh kasa harus tertutup kain pembalut.

3) Bila korban mengeluh kaku, gatal atau nyeri pada jari atau jari kaki yang dibalut ini berarti balutan terlalu erat, kendorkan sedikit.

4) Bila masih berdarah, tambahkan kasa lagi dan balut tanpa membuang kasa pertama.

5) Kadang-kadang sepotong benda asing menancap pada luka (kaca, logam, kayu). Dalam hal demikian, berikan tekanan pada tepi luka dengan memasang kasa sekitar luka dan memblutnya ditempatnya. Gunakan pula cara ini bila ada potongan tulang menonjol keluar.

10 Langkah Keselamatan di Tempat Kerja

1. Rapi

Tata barang-barang kerja secara rapi. Semakin rapi maka akan semakin nyaman dan lebih aman untuk digunakan. Tempat kerja yang rapi juga meningkatkan kesehatan emosi dan pikiran.

2. Bersih

Kebersihan adalah awal dari kesehatan. Tempat kerja yang bersih akan aman bagi kesehatan Anda. Bersihkan tempat kerja dari debu dan sampah-sampah yang berserakan. Terapkan sistem kerja yang rapi, teratur, dan bersih untuk memaksimalkan keselamatan di tempat kerja.

3. Berpikir Positif

Saat bekerja, selalu gunakan sikap mental yang positif. Sikap mental yang positif akan mendorong Anda untuk bertindak positif dan ini sangat penting untuk keamanan dan keselamatan di tempat kerja.

4. Teratur

Tempat kerja kerja yang rapi dan teratur akan membuat Anda mampu bekerja dengan cepat dan tepat sehingga keselamatan kerja lebih terjamin. Lakukan tindakan-tindakan untuk menata tepat kerja secara rutin agar teratur dan rapi.

5. Proporsional

Segala sesuatu yang berlebihan akan berbahaya bagi keselamatan kerja. Laksanakan segala sesuatu secara proporsional maka Anda akan menikmati keselamatan di tempat kerja.

6. Nyaman

Bersih, teratur, rapi dan nyaman adalah merupakan satu prinsip penting untuk kesehatan dan keselamatan kerja. Prinsip ini diterapkan di perusahaan Jepang dan terbukti mereka berhasil dalam bisnis mereka.

7. Tertata Rapi

Jika tertata rapi maka akan mudah untuk mencari barang sehingga kesehatan pikiran bisa terjaga. Keselamatan kerja mencakup aspek fisik, emosi, dan pikiran.

8. Sederhana

Pekerjaan yang sangat rumit bisa dikerjakan dengan baik dengan memakai pendekatan sederhana. Semakin sederhana maka akan semakin mudah untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang rumit. Keselamatan tempat kerja dimulai dari praktik-praktik sederhana menjaga kesehatan karena semakin sehat Anda akan semakin produktif.

9. Konsisten

Konsistensi berkaitan dengan standar dan sangat penting untuk diterapkan di tempat kerja. Anda harus melakukan pekerjaan secara konsisten agar peningkatan yang signifikan bisa diraih. Konsistensi sangat penting bagi keselamatan Anda di tempat kerja. Konsisten dalam menerapkan standar operasi prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja merupakan langkah untuk meningkatkan kinerja organisasi bisnis.

10. Fokus Pada Operasi Terbaik

Kesehatan, keselamatan, dan keamanan bekerja juga berkaitan dengan fokus. Semakin terfokus pada apa yang terpenting maka semakin tenang pikiran Anda, dan ketenangan pikiran sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan emosi.

Leave a Reply